SEKILAS TENTANG KUNIR PUTIH MANGGA VAL

Dewasa ini muncul berbagai macam penyakit yang diderita oleh masyarakat, hal ini memunculkan pula berbagai jenis pengembangan pengobatan. Salah satu pengobatan yang di percaya mampu untuk penyembuhan berbagai macam penyakit adalah pengobatan alternatif dengan menggunakan obat herbal. 

Masyarakat mulai beralih menggunakan obat herbal karena sudah banyak bukti tentang khasiat dan manfaatnya. Pengobatan menggunakan obat herbal adalah penggunaan obat yang berasal dari tumbuh tumbuhan yang berada di sekitar. Oleh karena keberadaan yang sangat dekat, maka masyarakatpun dapat mengolah dengan mudah, bahkan dapat membudidayakan tanaman tersebut. Salah satu yang dapat digunakan sebagai obat adalah rimpang kunir putih. Selain berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan, tanaman ini mampu mengobati penyakit seperti kolesterol, gula darah (diabet), asam urat, trigliserida, keratin, kegemukan, radang (ambeien, maag/asam lambung, asma, tipus, amandel, sinusitis, radang sendi).

Rimpang kunir putih jenis manga berbentuk bulat dan mudah dipatahkan serta kulitnya dipenuhi semacam akar serabut yang halus, Percabangan rimpang banyak dan rimpang utamanya keras. Apabila rimpang dibelah, maka akan terlihat dibagian tepi berwarna kekuning-kuningan dan di bagian tengah berwarna putih kekuning kuningan. Rimpang kunir putih berbau seperti buah manga yang sudah masak, sehingga sering di sebut temu mangga. Temu mangga sendiri setelah dipelajari memiliki manfaat sebagai sumber anti oksidan dan sebagai anti hepatotoksik, anti inflamsi atau peradangan.

Peran kunir dalam bahan pangan dapat di jadikan sebagai sumber anti oksidan yang berupa kurkuminoid dan polifenol. Kunir putih adalah rimpang yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, dan likosida. Senyawa senyawa ini memiliki aktivitas biologi sepeti : sitotokstik, antitumor, antibacterial, antikanker, antikoagulasi, dan antiinflamsi. Berdasarkan hasil penelitian selama ini, penulis memantapkan hati untuk menjadikan kunir putih sebagai bagian dari pengabdian pada masyarakat. Wujud pengabdian tersebut dilakukan dengan memproduksi kapsul kunir putih.

Sebagai bagian dari pengabdian, maka penulis menetapkan harga penjualan yang terjangkau. Meskipun kehadiran produk kapsul kunir putih ini mendapat respon yang sangat baik dari para konsumen, penulis belum tertarik untuk menaikkan harganya. Meski beberapa pihak menyarankan untuk menaikkan harga produk kunir putih, penulis tetap mempertahankan harga tersebut, sehingga tetap terjangkau.

Pada dasarnya masyarakat telah mengerti, bahwa kunir mangga banyak manfaatnya untuk kesehatan, Setelah masyarakat mengetahui manfaat tentang kunir putih, selanjutnya penulis mengharapkan bahwa masyarakat bisa membudidayakan di pekarangan rumah atau lebih serius lagi hingga perkebunan. Sebagian masyarakat belum tahu manfaat tentang kunir putih jenis mangga, terbukti di beberapa daerah kunir putih jenis mangga dalam bentuk segar tidak diterima pedagang, hal tersebut menunjukkan kurangnya informasi mengenai kunir putih.


Dwiyati Pujimulyani MP
Dalam buku Sehat dengan kunir putih manggaval